Minggu, 30 Maret 2014

Mau Dibawa Kemana Demokrasi di Indonesia




MAKALAH

Dengan Tema “ Demokrasi Mau Dibawa Kemana “

Judul : Demokrasi dan Perkembangan Demokrasi di Indonesia


                                                   






       


NAMA                :  FEBRINA  RAMADHANI
KELAS               :  2EA11
NPM                   : 12212867
MATA KULIAH   :  PENDIDIKAN KEWARNEGARAAN













 Kata Pengantar

Puji syukur, saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan pertolonganNya saya dapat membuat Makalah ini. Saya berharap Makalah ini dapat memberikan suatu hal yang positif bagi kita semua.
Melihat hal-hal yang berkembang dan beredar saat ini tentang pelaksanaan Demokrasi pada tahun 2014 ini.Saya berharap kepada Masyarakat  Indonesia khususnya anak muda mempunyai semangat Nasionalisme untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan rasa optimis yang tinggi agar Demokrasi di Negara kita ini akan berjalan dengan baik dan aman.
 

Dalam Makalah ini Saya akan menjelaskan tentang pengertian Demokrasi ? Sistem Demokrasi apa yang kita anut di Indonesia? Dan Bagaimana perkembangan Demokrasi di Indonesia.
 

Semoga setiap kata,penjelasan dan tulisan yang ada dalam Makalah ini dapat memberi kontribusi yang nyata untuk membawa kehidupan kita bersama ke arah yang lebih baik dan bisa memajukan bangsa Indonesia di kemudian hari,amin .

Jakarta, 31 Maret 2014

DAFTAR  ISI


PENDAHULUAN                                                                                      1                                    

  Pengertian Demokrasi                                                                           1
  
  Sistem Demokrasi di Indonesia                                                            2  

  Perkembangan Demokrasi di Indonesia                                              3

  Penutup                                                                                                   4     



PENDAHULUAN

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi baik secara langsung maupun tidak langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara.

Pengertian Demokrasi dan Sistem Demokrasi di Indonesia :

Indonesia adalah Negara yang menganut sistem Demokrasi, sehingga Budaya Demokrasi sudah mengakar di benak masyarakat Indonesia. Sistem ini memang sudah dianut oleh bangsa Indonesia sejak kemerdekaan  Republik Indonesia. Lalu apakah yang dimaksud dengan Demokrasi? Demokrasi adalah pemerintahan rakyat. Artinya pemegang kekuasaan tertinggi dipegang oleh rakyat. Segala kebijakan mengenai keputusan pemerintah haruslah dirundingkan dengan rakyat.
Istilah Demokrasi itu sendiri berasal dari negara Yunani, demos yang artinya rakyat, dan kratos yang artinya kekuasaan. Kata Demokrasi itu sendiri diperkenalkan pertama kali oleh Aristoteles, yaitu sebagai bentuk suatu pemerintahan yang mengatur bahwa kekuasaan itu berada di tangan rakyat.
Negara Indonesia adalah salah satu negara yang menganut Demokrasi dalam sistem pemerintahannya. Indonesia sudah membuktikan hal tersebut dnegan mengadakan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung. Selain itu masyarakat Indonesia bebas menyelenggarakan pertemuan dan bebas berbicara unutk mengeluarkan pendapat, kritikan, atau bahkan mengawasi jalannya sistem pemerintahan. Kebebasan dalam memeluk agama pun merupakan sebuah perwujudan dari negara Demokratis .


1


Dalam membangun sebuah negara yang Demokratis tidaklah mudah. Hal tersebut dikarenakan pembangunan sebuah sistem Demokrasi dalam suatu negara dimungkinkan akan mengalami kegagalan . Akan tetapi, di negara ini, sistem Demokrasi yang dijalankan terbilang mengalami kemajuan. Bisa dilihat dari bebasnya berkeyakinan, berpendapat, atau kebebasan untuk berkumpul tanpa ada yang membatasi.
Tetapi meskipun negara ini telah berhasil dalam menjalankan sistem Demokrasinya, tampaknya dewasa  ini sistem Demokrasi tersebut banyak disalahgunakan dan kurang berjalan sebagaimana mestinya. Hal tersebut membuat bangsa ini mengalami banyak persoalan. Contohnya saja dalam kehidupan berpolitik. Sistem Demokrasi yang sesungguhnya tampaknya sudah tidak berlaku lagi. Tetap saja ada unsur kekuatan dan kelemahan yang menentukan hasil akhir dari sebuah Demokrasi. Siapa yang paling berkuasa maka dialah yang akan mendapatkan jabatan atau peranan tertentu . Bukan lagi murni dari hasil keyakinan dan pendapat orang banyak.
Sistem Demokrasi yang dijalankan oleh suatu negara tentu memberikan dampak positif dan negatifnya. Dampak positifnya adalah demokrasi memberikan harapan dalam menciptakan suatu kebebasan, keadilan, dan kesejahteraan. Tetapi dampak negatif dari sistem ini adalah dapat meningkatnya angka pengangguran, kemacetan lalu lintas, korupsi dan lain sebagainya. Sebenarnya Demokrasi adalah sistem yang buruk di antara alternatif yang lebih buruk. Akan tetapi, jika semua berjalan dengan lancar, maka semuanya juga akan lancar.
Apabila sebuah negara ingin melakukan sebuah perubahan, maka sistem demokrasi adalah gagasan yang dinamis karena prosesnya terus-menerus. Negara yang sukses menjalankan Demokrasi adalah negara yang mampu menerapkan kebebasan, keadilan, dan kesejahteraan yang sebenar-benarnya. Untuk itu, kita sebagai masyarakat Indonesia yang menganut sistem pemerintahan secara Demokrasi, perlu menjaga dan menjalankan sistem tersebut sesuai dengan aturannya, sehingga sistem Demokrasi tersebut dapat terwujud secara utuh di dalam sebuah sistem pemerintahan Indonesia menuju masyarakat yang sejahtera, aman, dan damai.
2


Perkembangan Demokrasi di Indonesia :
Indonesia, sebuah negara dengan penduduk terbesar ke empat di dunia ini kini sedang dilanda berbagai krisis. Maraknya kasus-kasus KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) oleh pemangku kebijakan di negeri ini merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan demi kemajuan bangsa. Kondisi Indonesia yang kian mengkhawatirkan ini seakan memaksa kita untuk memeras otak dalam pemilihan yang lebih selektif terhadap para pemegang kebijakan, terutama pada pemilihan presiden Indonesia yang akan datang. Mengapa tidak, pemimpin merupakan ujung tombak sebuah negeri. Begitu pula Indonesia, diperlukan sosok pemimpin yang mampu membawa Indonesia lebih maju serta mampu menyejahterakan rakyat, tidak hanya mementingkan diri sendiri serta koleganya saja.
Dalam iklim Demokrasi, rakyat diberikan hak yang lebih luas untuk menentukan pemimpinnya. Mulai dari Pilkades, Pilbup/ Pilwali, Pilgub, Pileg, sampai Pilpres. Tetapi ternyata strategi-strategi tersebut belum membuahkan hasil. Para pemimpin negeri ini masih saja terjerat kasus-kasus, seperti korupsi yang membuktikan lemahnya moral, kredibilitas, serta kejujuran pemimpin. Padahal dalam konteks yang lebih besar dan lebih menyeluruh, baik pada level nasional maupun internasional, pemimpin negeri akan benar-benar menentukan kemana negeri ini akan berjalan. Oleh karena itu dengan melihat berbagai fenomena tersebut, diperlukan beberapa kriteria yang mendasari pemilihan presiden Indonesia. Adapun beberapa kriteria tersebut yaitu:
1. Integritas dan Kejujuran
Integritas merupakan kebenaran, tingkat konsisten serta kejujuran sebuah perkataan atau ucapan. Sikap integritas mempertahankan nilai-nilai dan moral yang dipercayai kepada orang lain. Integritas pada pemimpin akan menunjukkan komitmen terhadap satu hal kepada rakyatnya. Presiden yang merupakan pemimpin bangsa ini tentu harus memiliki kedua sifat ini.



3

2. Siap secara Intelektual dan moral
Presiden Indonesia harus siap secara intelektual serta moral. Presiden merupakan figur yang akan diharapkan banyak orang, oleh karena itu perilaku dan sikap pemimpin harus menjadi contoh dan teladan baik bagi masyarakat maupun para stakeholder. Presiden harus memiliki intelektual yang tinggi, akan tetapi sikap intelektual ini harus pula diseimbangkan dengan moral yang tinggi pula. Sebab akan percuma bila seorang presiden memiliki intelektual dan wawasan yang luas namun lemah dalam hal moral. Karena hal itu justru akan merusak dan menghancurkan bangsa sendiri. Berbagai kasus korupsi yang sedang mewarnai bangsa ini merupakan contoh krisis moral pada para pemangku kebijakan.
3. Adil dan Menjunjung Tinggi Kebenaran
Sikap adil dan menjunjung tinggi kebenaran merupakan sikap yang amat penting dimiliki oleh pemimpin negeri ini. Bayangkan saja jika para pemimpin negeri ini terutama presiden tidak adil serta memihak pada yang salah. Tentu Indonesia akan semakin terpuruk karena sudah tentu para pemangku kebijakan lainnya juga akan bersikap demikian. Sebab pemimpin merupakan contoh bagi rakyatnya.
4. Menjadi Pengayom dan Membela Masyarakat
Pengayom dan pembela masyarakat merupakan kriteria yang jarang dimiliki oleh para pemimpin dewasa ini. Pemimpin yang mengayomi masyarakat akan merangkul semua golongan dan akan menciptakan kehidupan yang tenteram dan bahagia, sehingga masyarakat merasa aman dan terlindungi. Kebijakan yang dikeluarkan pun tidak akan menjadi kebijakan yang merugikan rakyat. Ketika terjadi konflik antara kepentingan rakyat kecil, maka pemimpin akan lebih memilih untuk membela kepentingan rakyat kecil, bukan memilih pada pihak yang menggiurkan dana melimpah.
5. Berpihak dan Berorientasi pada Kesejahteraan Rakyat
Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih baik dan sejahtera jika para pemimpin negeri ini mementingkan kesejahteraan rakyat. Sebab tujuan suatu pembaruan sistem pemerintahan adalah untuk perbaikan kehidupan rakyat dan negara. Bukan hanya menguntungkan pribadi dan kelompok wakil rakyat semata, tetapi juga bermanfaat bagi peningkatan kehidupan rakyat banyak. Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu adalah contoh pemimpin yang selalu berpatroli setiap malam, memastikan bahwa rakyatnya tidak ada yang kelaparan.
3

6. Inspirator perubahan dan visioner
Kriteria Presiden Indonesia harus merupakan inspirator perubahan serta visioner. Presiden yang memiliki kegesitan, kecepatan serta mampu beradaptasi dalam membawa jalannya bangsa ini ke arah yang lebih baik. Inspirator perubahan dan visioner memiliki peran yang penting dalam menghadapi kondisi Indonesia yang senantiasa mengalami perubahan. Karena seorang pemimpin adalah inspirator perubahan dan visioner, yaitu memiliki visi yang jelas ke arah mana Indonesia akan di bawa.
7. Profesional dan Amanah
Bangsa yang sejahtera adalah bangsa yang memiliki pemimpin yang professional. Mampu menempatkan diri dan mampu menggunakan jabatannya secara bijaksana dan penuh amanah. Amanah yang semata-mata hanya demi rakyat dan selalu bersikap professional dalam menghadapi berbagai tantangan dalam pemerintahan. Karena kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang untuk menjalankan amanah secara profesional.
8. Memiliki Loyalitas Tinggi
Ketika berbicara mengenai kepemimpinan, tidak dapat dipungkiri bahwa tanggung jawab menjadi kata pertama yang mungkin muncul dalam benak. Loyalitas akan menunjukkan apakah seorang presiden tersebut merasa bertanggung jawab lebih atau tidak, karena seorang pemimpin tidak akan menjadi pemimpin yang baik sebelum berani mengorbankan sesuatu untuk bangsa yang dipimpinnya.
9. Kesabaran dan Keluwesan
Dalam menjalankan pemerintahan, sudah tentu presiden akan dihadapkan oleh banyak tantangan, baik eksternal maupun internal. Sikap sabar dan luwes dalam menghadapi tantangan inilah yang sebaiknya dimiliki oleh presiden Indonesia. Karena jika permasalahan dihadapi secara tidak luwes, tidak sabar, dan tergesa-gesa, tentu akan menghasilkan kebijakan yang berisiko bagi rakyat. Sebaiknya pula sikap ini juga terus diiringi oleh keteguhan pendirian dan ketahanan diri dalam memimpin.

3



10. Kredibilitas dan Kapabilitas
Presiden Indonesia harus memenuhi kriteria kredibilitas dan kapabilitas. Kapabilitas sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah yang melanda negeri ini. Presiden yang kapabilitas tentu akan mengeluarkan kebijakan yang bermanfaat bangsa. Namun kapabilitas saja tidak cukup. Sebab akan percuma jika presiden memiliki kapabilitas yang tinggi namun rendah kredibilitasnya. Kredibilitas yang rendah justru akan menghancurkan bangsa, karena kebijakan-kebijakan yang diambil akan merugikan rakyat dan menguntungkan beberapa pihak saja.
11. Bersikap Cipta (Aspiratif, Prakarsa, Kreatif)
Presiden harus bersifat cipta (Aspiratif, Prakarsa, Kreatif). Aspiratif atau mempunyai inisiatif yang dimulakan sendiri tanpa menunggu rakyat datang kepadanya untuk minta bertindak. Aspiratif yang diperlukan Indonesia merupakan aspiratif dalam membuat strategi. Seorang pemimpin semestinya identik dengan seorang ahli strategi. Maju-mundurnya kebijakan, gagal-berhasilnya suatu kebijakan yang diambil, banyak ditentukan oleh strategi yang dirancang oleh presiden. Penyusunan strategi ini dengan melihat masalah secara komphrehensif. Selain itu pemimpin harus mempunyai kreativiti sendiri, terutama dalam menyelesaikan masalah-masalah yang wujud dalam pemerintahan. Namun kebijakan-kebijakan yang diambil harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Kebijaksanaan atau kebolehan membuat perhitungan yang jauh sebelum bertindak dengan menilai antara yang baik dan buruk berdasarkan pertimbangan ilmu dan pengalaman. Pertimbangan inipun didasari untuk kesejahteraan rakyat. Keberanian atau kesungguhan serta kesanggupan menghadapi masalah bangsa serta risiko juga diperlukan untuk memimpin negeri ini.
12. Penguasaan emosional
Seorang pemimpin harus dapat menguasai perasaannya dan tidak mudah marah dan putus asa. Karena jika saat suasana hati sedang marah, kebijakan yang diambil tentu tidak dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang.
Kriteria-kriteria itulah yang sebaiknya dimiliki oleh presiden Indonesia. Karena negeri ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya visioner, pintar berkomunikasi, berwawasan luas, namun juga memiliki moral dan kejujuran yang tinggi, serta mampu merakyat.
3


Penutup

Demikian yang dapat saya sampaikan dalam penulisan Makalah ini. Tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya dari saya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang berhubungan dengan judul Makalah ini.

Penulis berharap para pembaca agar memaklumi kekurangan yang ada di dalam  penulisan Makalah ini,semoga Makalah yang saya buat  ini berguna bagi penulis dan pada khususnya juga para pembaca  umum,yaitu Masyarakat.


Sumber :
http://politik.kompasiana.com/2013/03/25/sistem-demokrasi-di-indonesia-540032.html.











4
 



       




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar