Selasa, 01 Juli 2014

TULISAN TENTANG PEMILU 2014 CAPRES DAN CAWAPRES



Dialog Kenegaraan: Solusi Masalah Ala Prabowo-Hatta Dan Jokowi-JK

Jakarta, dpd.go.id – Kegiatan kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2014 secara resmi akan berlangsung pada 4 Juni-5 Juli 2014 (www.kpu.go.id). Visi dan misi cuma mimpi, program kerja cuma janji. Berbicara tentang visi, misi, dan program kerja, apakah realistis untuk diimplementasikan?. Demikian disampaikan Gandjar Laksmana Bonaprapta, Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) dalam Dialog Kenegaraan yang di selenggarakan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Coffee Corner DPD RI, Rabu (04/6/2014).
Berkenaan  visi dan misi, ada tiga hal prioritas yang menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan menurut Gandjar yaitu pertama, pemerataan pembangunan. Bagaimana calon presiden (capres) menyampaikan visi, misi, dan program kerja dalam melakukan upaya pemerataan pembangunan di Indonesia. Kedua, pembangunan sama rata dalam semua bidang. Pada saat ini, pembangunan lebih diprioritaskan pada bidang ekonomi dan politik. Sehingga pada saat ekonomi ambruk, bidang lain tidak mampu menopang. Diharapkan capres kedepan mencanangkan pembangunan sama rata pada semua bidang yaitu bidang ekonomi, politik, hukum, sosial, dan budaya.  Ketiga, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan. “Saya berharap bahwa program kerja itu realistis, nyata, dan terukur karena itu acuan apakah visi, misi, dan program kerja itu tercapai,” tegas Gandjar.
Dialog Kenegaraan bertema “Solusi Masalah Ala Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK” antara lain membahas visi, misi masing-masing calon. Selain Gandjar Laksmana Bonaprapta, hadir juga sebagai pembicara Harry Azhar Azis (Direktur Kebijakan dan Program Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta), Arif Budimanta Sebayang (Tim Ahli Kampanye Nasional Jokowi-JK), Andar Nubowo (Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (FISIP UIN) Syarif Hidayatullah).
Pada dialog itu, Harry Azhar Azis, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI mendapat kesempatan pertama dalam menyampaikan visi, misi. Capres Prabowo-Hatta mempunyai visi dan misi diantaranya akan melanjutkan program pemerintah yang baik dan meninggalkan program yang buruk. Pertama, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi tujuh persen. Visi dan misi tersebut ditunjang dengan kebijakan yang mengarah pada kontribusi disisi pertumbuhan. Ada dua cara untuk mendukung yaitu disisi regulasi dan penyelenggaraan negara. Dalam birokrasi akan ditetapkan punishment (hukuman) dan appreciation (penghargaan) sehingga kinerja tiap kelembagaan akan semakin diperketat. “Bila ada menteri yang menyebabkan kenaikan inflasi maka menteri tersebut yang bertanggung jawab, hal itu akan didefinisikan lebih tegas,” ujar Harry.
Kedua, kesejahteraan rakyat. Ketiga, kesenjangan pendapatan. Dalam Pemerintahan Prabowo-Hatta diharapkan kesenjangan pendapatan turun dari 0,42 persen menjadi 0,31 persen. Keempat, indeks pembangunan manusia. Salah satu contoh, kebijakan ekspor dan impor akan dibatasi, kebijakan sasaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang tidak tepat akan diubah. Subsidi BBM akan diberikan pada orang miskin atau orang yang berhak mendapatkan seperti nelayan, petani, angkutan kota sedangkan motor masih menjadi pembahasan.
Pada kesempatan yang sama, Arif Budimanta Sebayang anggota Komisi XI DPR RI dengan tegas menyampaikan visi, misi Capres Jokowi-Jusuf Kalla. “Kita berkomitmen untuk membangun daerah, kami membangun Indonesia dari pinggiran dan desa,” tegas Arif. Desain pembangunan yang dilakukan untuk mendukung visi, misi ditunjukkan dengan komitmen politik anggaran. Salah satu contoh, jumlah transfer daerah pada saat ini sebesar 30 persen dari total belanja APBN akan ditingkatkan menjadi 50 persen. Revolusi (perubahan) pembangunan akan digerakan, khususnya di wilayah bagian timur. Visi, misi yang pertama adalah membangun Indonesia dari daerah. Kedua, memperkuat fungsi koordinasi dalam membangun strategi pembangunan nasional dan daerah. Hal itu dibutuhkan pemimpin yang tegas diikuti dengan wisdom (kebajikan), correct (kebenaran) akan perintah pemimpin yang diikuti anak buah, bebas konflik dan  interest (kepentingan). “Visi misi dibangun bukan sekedar wacana tetapi dibangun, ditulis, dan disampaikan atas dasar kebutuhan masyarakat dan pengalaman yang telah dilakukan untuk menjawab kebutuhan dan persoalan di masyarakat,” kata Arif.
Andar Nubowo menyampaikan visi, misi masing-masing capres bersifat ideal, bagaimana visi misi itu menjawab problema yang ada. Ada hal penting adalah bagaimana capres-cawapres terpilih mampu melakukan dan melaksanakan visi misinya dengan baik. Andar mengingatkan yang dipilih bukan hanya capres dan cawapres tetapi juga siapa yang membantu pada pelaksanaan program dalam visi, misi tersebut yaitu tim kabinet. Tim kabinet adalah orang-orang yang betul dan mampu mengimplementasikan visi, misi dengan baik sehingga bisa meningkatkan harkat dan martabat hidup orang banyak.
Sumber : http://www.dpd.go.id/berita-dialog-kenegaraan-solusi-masalah-ala-prabowohatta-dan-jokowijk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar